Sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in

Berdirinya Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in ini berawal dari cita cita mulia beliau, yaitu Ustadz Ahmad Shodiq atau yang kerap dipanggail dengan Mbah Shodiq. Cita cita murni Beliau ini tumbuh semasa masih mondok di Pesantren LIRBOYO Kediri Jawa Timur.

Sejarah Lengkap Pondok Pesantren

Setelah beberapa tahun lamanya beliau Mbah Shodiq menimba ilmu, beliau mendapatkan wejangan dari gurunya agar nantinya juga mengembangkan ilmunya dimasyarakat lingkungan ( didesa ). Beranjaklah waktu itu beliau pulang ke tempat kelahirannya di Sumatera Selatan.

Dirumah beliau ini banyak juga santri yang menimba ilmu kepada ayahnya, yaitu Abah Karmin. Beliau Abah Karmin adalah sosok yang tak kenal lelah, tegas dan penyanyang kepada semua santri santinya, hingga semua santri santrinya pun merasa nyaman dan mudah menghafal kitab.

Seiring berjalannya waktu, Beliau Mbah Ahmad Shodiq mengutarakan cita cita itu kepada orang tuanya terlebih dahulu. Hingga niat mulia itu mendapat restu oleh seluruh keluarganya. Disamping itu keponakan beliau sendiri dari Alumni Pondok Pesantren LIRBOYO Kediri Jawa Timur, Beliau adalah  Ahmad Khoirul Huda ( Santri Al-Mahkrusiah ) yang siap mendampingi perjuangannya.

Akhirnya Mbah Ahmad Shodiq pun juga menyampaikan kabar gembira ini kepada semua sahabatnya. Waktu itu, dikumpulkanlah seluruh keluarga dan para sahabatnya untuk membahas letak lokasi dan pendirian Pondok Pesantren.

Langkah Demi Langkah Perjuangan

Kami para sahabat bersama keluarga besar Mbah Ahmad Shodiq berkumpul dan bermusyawarah ditempat kediaman beliau. Pembahasan demi pembahasanpun berlangsung, mulai letak lokasi, matrial, dan tanggal. Sejak dimulainya pembahasan, tak terasa telah berapa putaran waktu yang kami lewati. Kini hasil yang kami tunggu tunggupun akhirnya telat bulat dan disepakati bersama.

Setelah ditentukan letak lokasi Pondok Pesantren, maka kami meminta izin kepada Aparatur Pemerintahan Desa Trimukti setempat. Permintaan izin ini ternyata tidak semudah yang kami bayangkan sebelumnya, tidak cukup 1 kali jadi.

Masih banyak kekurangan kekurangan yang belum dapat kami bawa. Jadi kami harus mondar mandir mencari perlengkapan izin tersebut. Setelah beberapa minggu kemudian, kami kembali ke desa guna menyodorkan kekurangan izin. Dan akhirnya kami disetujui oleh Aparatur Pemerintahan Desa Trimukti.

Penebangan Lahan Kelapa Sawit

Tepat pada denah lokasi yang telah direncanakan, maka Pada Tanggal 11 Desember 2017 lahan kelapa sawit yang berukuran 2500m+ ini mulai ditebang. Lokasi yang masih di seputaran Desa Trimukti Dusun 6 inilah nantinya Pondok Pesantren akan didirikan. Kami bersama masyarakat lingkungan setempat saling bergotong royong dalam penembangan ini, dalam penebangan ini memakan waktu kurang lebih 11 hari.

Setelah penebangan selesai, Pada tanggal 21 Desember 2017 dimulailah untuk penggusuran lokasi dengan alat.  Dan disisi lain kami membagi tugas, ada yang membersihkan dan merapikan lokasi peggusuran, mengangkut kayu, bambu, menebang pohon, dan penyiapan lainnya. Kami dengan penuh semangat mempersiapkan semua alat serta kebutuhan lain yang akan digunakan Pondok Pesantren ini. 

Setelah 1 bulan usai dari penggusuran, tepat Pada Tanggal 21 Januari 2018 ( Minggu Legi, 4 Ba’dho Mulud 1439 Hijriyah ) Didirikanlah Pondok Pesantren di Desa Trimukti Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu, Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan.

Tabarukan ke Pondok Pesantren LIRBOYO Kediri Jawa Timur

Selang beberapa bulan kemudian Pondok Pesantren telah berdiri. Beliau Mbah Ahmad Shodiq tabarukan ( sowan ) ke jawa, yaitu ke Pondok Pesantren LIRBOYO Kediri Jawa Timur yang dimana waktu itu Beliau menimba ilmu. Sowan Beliau tidak lain karena rasa kangennya kepada para gurunya sekaligus untuk meminta do'a dan restu kepada sesepuh.

Meghadaplah Beliau Mbah Ahmad Shodiq waktu itu Kepada Abah K.H MANSYUR untuk memberi nama Pondok Pesantren tersebut. Maka di berilah nama Pondok Pesantren itu Oleh Abah K.H MANSYUR Dengan Nama PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADDI'IN.

-->

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel